Bisnis.com, JAKARTA - Sakit kepala saat berpuasa dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti perubahan pola makan, dehidrasi, kurang tidur, atau penurunan kadar gula darah.
Dilansir dari homage.com, Kamis (27/2/2025) berikut adalah beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menghilangkan sakit kepala tanpa mengganggu ibadah puasa.
Tips Menghilangkan Sakit Kepala Saat Puasa:
1. Hentikan Aktivitas
Berhenti sejenak dari aktivitas yang sedang dilakukan untuk menghindari cedera lebih lanjut akibat pusing. Istirahat sejenak sangat membantu meredakan rasa sakit.
2. Duduk dan Pejamkan Mata
Hindari cahaya yang terlalu silau dengan meredupkan cahaya di ruangan atau menutup mata untuk memberi tubuh Anda kesempatan beristirahat.
3. Ubah Posisi Perlahan
Ketika mengubah posisi tubuh, lakukan dengan perlahan agar tidak menambah pusing atau menyebabkan cedera.
4. Pijat Kepala atau Wajah
Pijatan lembut pada kepala atau wajah dapat membantu meredakan ketegangan dan meningkatkan sirkulasi darah, yang dapat mengurangi sakit kepala.
5. Kompres Dingin
Gunakan kompres dingin, seperti kantong es atau handuk basah dingin, di kepala atau leher untuk membantu mengurangi rasa sakit dengan menurunkan suhu di area tersebut.
6. Aromaterapi
Gunakan minyak esensial seperti lavender atau peppermint untuk membantu meredakan sakit kepala. Hindari menghirupnya secara langsung, cukup gunakan diffuser atau oleskan pada pelipis.
Baca Juga : 5 Area Sakit Kepala dan Artinya |
---|
Penyebab Sakit Kepala Saat Puasa:
Dilansir dari rspondokindah.co.id, Kamis (27/2/2025) beberapa faktor yang dapat menyebabkan sakit kepala saat berpuasa adalah:
1. Dehidrasi
Tidak makan dan minum selama lebih dari 12 jam dapat menyebabkan dehidrasi, yang menjadi salah satu penyebab utama sakit kepala saat puasa.
2. Hipoglikemia
Penurunan kadar gula darah saat berpuasa dapat memengaruhi otak, menyebabkan rasa sakit kepala.
3. Perubahan Pola Makan
Perubahan jadwal makan selama Ramadan dapat membuat tubuh beradaptasi, yang terkadang memicu sakit kepala, terutama di sore hari.
4. Kurang Tidur
Perubahan pola tidur selama Ramadan, seperti sahur atau aktivitas lainnya, bisa menyebabkan tubuh kurang istirahat, yang berujung pada sakit kepala.
5. Kebiasaan Konsumsi Kafein
Kafein adalah stimulan yang dapat menyebabkan ketergantungan. Ketika tubuh terbiasa dengan asupan kafein secara teratur, perubahan mendadak seperti saat puasa dapat memicu gejala sakit kepala.
Pencegahan Sakit Kepala Saat Puasa:
Berikut adalah langkah-langkah pencegahan yang dapat membantu mengurangi risiko sakit kepala saat berpuasa:
1. Makan Secukupnya Saat Iftar
Hindari makan berlebihan saat Iftar, karena makan terlalu banyak dapat menyebabkan sistem pencernaan bekerja lebih keras, yang bisa menyebabkan pusing atau sakit kepala. Disarankan untuk membuka puasa dengan kurma untuk membantu pencernaan.
2. Jangan Lewatkan Sahur
Sahur sangat penting untuk menjaga energi sepanjang hari. Konsumsi makanan yang seimbang dengan karbohidrat, protein, serat, serta buah dan sayuran yang mengandung banyak air untuk menjaga hidrasi tubuh. Hindari camilan, makanan berminyak, dan makanan yang tinggi gula atau natrium.
3. Cukupi Kebutuhan Cairan
Ikuti metode hidrasi 2-4-2: 2 gelas air saat Iftar, 4 gelas antara Iftar dan tidur, dan 2 gelas lagi saat Sahur. Hindari minuman berperasa buah, berkarbonasi, dan berkafein, karena bisa membuat Anda lebih haus.
4. Jaga Pola Tidur yang Konsisten
Usahakan untuk tidur cukup dengan waktu yang konsisten, baik saat sahur maupun setelah Iftar. Hindari penggunaan layar sebelum tidur untuk meningkatkan kualitas tidur.
5. Konsultasikan dengan Dokter
Jika Anda menderita migrain atau kondisi medis lainnya, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Diskusikan cara mengelola pengobatan dan potensi risiko selama puasa.
Dengan mengikuti langkah-langkah pencegahan dan pengobatan yang tepat, Anda dapat mengurangi kemungkinan sakit kepala saat puasa dan menjaga ibadah puasa tetap lancar dan nyaman. (Siti Laela Malhikmah)