Para ilmuan berharap pelapis dinding berinsektissida, yang terlihat seperti wallpaper, akan lebih efektif daripada penyemprotan rumah penduduk dengan insektisida yang dilakukan dalam 3--8 bulan sekali. Pelapis dinding ini dapat membunuh nyamuk yang hinggap di permukaannya dan bisa bertahan hingga tiga tahun.
Penelitian Medis di Institut Nasional Tanzania sedang melakukan uji coba pada 6.000 rumah untuk melihat apakah pelapis dinding ini bisa melindungi manusia dari persebaran malaria. Hasilnya akan dipublikasikan pada 2017.