Bisnis.com, PEKANBARU-- Libur Lebaran 2025 menjadi momen yang dinanti banyak orang, baik untuk pulang kampung maupun berwisata. Di Riau, ada sejumlah destinasi wisata selalu ramai dikunjungi saat libur panjang, terutama yang memiliki nilai budaya dan sejarah.
Ketua ASITA Riau Dede Firmansyah mengungkapkan setiap tahun banyak perantau, terutama pelajar dari luar Riau, kembali ke kampung halaman selama musim Lebaran.
"Selain itu, tak sedikit warga Riau yang juga memilih berlibur ke luar negeri setelah Hari Raya. Namun, bagi mereka yang ingin menikmati suasana khas daerah, Riau memiliki beberapa destinasi unggulan yang selalu menjadi favorit," ujarnya Jumat (28/3/2025).
Baca Juga Potensi Cuaca Ekstrem, Kemenpar Mitigasi Destinasi Wisata Rawan Bencana Selama Libur Lebaran |
---|
Dia menyebutkan salah satu yang menarik perhatian adalah Kabupaten Kampar dengan tradisi Hari Rayo Onam atau Raya Enam.
Tradisi ini menjadi ajang berkumpul bagi para perantau asal Kampar yang kembali ke kampung halaman. Berbagai kegiatan adat dan kuliner khas turut meramaikan suasana, menjadikannya pengalaman budaya yang menarik bagi wisatawan.
Selain itu, di Kabupaten Kuantan Singingi, wisata Perahu Baganduang atau Perahu Gandeng di Kota Lubuk Jambi selalu menjadi daya tarik tersendiri.
Tradisi ini menampilkan perahu-perahu berhias warna-warni yang dihiasi berbagai ornamen khas Melayu. Keindahan perahu yang berjejer di sungai dan kemeriahan acara membuatnya menjadi destinasi yang banyak dikunjungi saat Lebaran.
Sementara itu, wisata sejarah ke Istana Siak di Kabupaten Siak juga tidak pernah sepi pengunjung. Sebagai salah satu peninggalan Kesultanan Siak Sri Indrapura, istana ini menjadi saksi kejayaan masa lalu dan masih menyimpan banyak benda bersejarah.
Setiap tahunnya, wisatawan dari dalam dan luar Riau, bahkan dari Malaysia, datang untuk menikmati arsitektur megah istana serta mempelajari sejarah yang tersimpan di sana.
Dede menambahkan peningkatan infrastruktur perlu dilakukan untuk mendukung kenyamanan wisatawan.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah rute perjalanan Pekanbaru-Siak, yang dinilai membutuhkan rest area representatif agar wisatawan dapat beristirahat dengan nyaman.
"Jika dilengkapi dengan fasilitas makanan dan minuman khas Riau, keberadaan rest area ini juga dapat menjadi daya tarik tersendiri," ungkapnya.
Meski anggaran daerah untuk pengembangan wisata masih terbatas, ASITA optimistis jumlah wisatawan yang berkunjung ke Riau akan terus meningkat, terutama selama musim libur Lebaran.
"Dengan keunikan budaya dan sejarah yang dimiliki, Riau tetap menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati momen liburan bersama keluarga," jelasnya.